Senin, 02 Februari 2015

MAHA KUASA

maha kuasa
“Iman mengarahkan kita pada Kemahakuasaan Tuhan, bukan pada ketidakmampuan diri kita“..
Ketika sedih dan putus asa, tampaknya tidak seorangpun dapat memahami masalah dan perasaan kita. Lalu akan muncul perasaan kesepian yang menguatkan rasa putus asa itu. Dalam saat seperti itu, carilah firman-Nya. Melalui firman, Ia akan menyatakan kepedulian dan penghiburan-Nya. Melalui firman, Ia akan menguatkan dan menolong kita. Di dalam firman, pengharapan kita nyata. Kuasa firman Tuhan memang memberikan pengharapan besar kepada kita, karena fiman itu sanggup membawa perubahan bagi situasi suram yang kita hadapi. Kita harus mempelajari firman-Nya dan menjadikan sebagai dasar perilaku kita setiap hari. Biarlah firman bertumbuh dan berbuah dalam hidup kita. Seseorang harus menerima Injil dan selalu mengutamakannya dalam hatinya. Tidak ada tempat utama untuk yang lain, baik minat maupun kepentingan pribadinya.

Keraguan kepada Allah kadang berakar dari dosa dan pemberontakan, yang tetap akan bercokol dalam diri kita bila kita tidak bertobat dan menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Maka berbaliklah dari dosa dan pemberontakan kita. Terimalah Kristus sebagai Tuhan Juruselamat. Kemudian, serahkanlah hati kita kepada Kristus Yesus, niscaya Dia akan mengusir segala keraguan itu. Memang kita ada masa kita mengalami masa-masa sulit atau seolah Allah menolak doa kita. Namun itu bukan berarti bahwa Allah tidak lagi berkuasa. Maka janganlah kita meragukan kasih-Nya kepada kita, meski kita sedang menderita. Tetaplah bertahan dalam iman, karena Allah akan memakai semua itu untuk memperkuat iman kita. Sesungguhnya pencobaan yang kita alami, tidak akan melebihi  kekuatan kita. Dalam sebuah kehidupan , kita akan selalu dihadapkan dalam sebuah keputusan. Satu hal yang terpenting adalah perbuatan baik memang penting,  namun ada yang lebih penting yaitu tujuan kita berbuat baik. Perbuatan baik kita akan membawa damai sejahtera dan bernilai ketika kita memiliki ketulusan  untuk berbuat baik.

Yesus mengetahui bahwa seorang pendosa dapat berubah bila ia mau menerima kasih Allah. Bapa di surga pun bersedia mengampuni dosa bila pendosa mau berbalik kepada-Nya. Maka jangan menyimpan dosa-dosa kita sebesar apapun. Terbuka kepada Allah dan meminta pengampunan-Nya, niscaya Ia mengampuni. Selanjutnya kita harus bersyukur dengan semua kasih Allah. Rasa syukur karena telah mengalami kasih karunia Allah muncul dalam diri orang-orang kudus. Mereka bersyukur karena telah telah disembuhkan dari roh-roh jahat ataupun penyakit. Rasa syukur itu diwujudkan dengan melayani Tuhan dengan sepenuh jiwa dan raganya, dan berbuat yang serupa kepada sesamanya.

Bagi pengikut Kristus masa kini, iman sama pentingnya. Hanya oleh iman kita diselamatkan dari dosa kita. Di dalam iman pula kita hidup dan apa yang tidak berdasarkan iman adalah dosa. Namun, iman tidak serta merta membuat kita lepas dari badai kehidupan. Karena melalui badai itulah, Tuhan ingin melihat iman kita. Sebab tanpa iman tidak mungkin kita menyenangkan hati Allah. Marilah kita memeriksa dan introspeksi , kita termasuk dalam golongan yang mana ? Semoga kita selalu dimampukan dalam bertindak sehingga berkenan kepada-Nya. Amin.

Salam dan Berkah Dalem,
[ Dari : Berbagai Sumber ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar