Jumat, 06 Februari 2015

MEMIKUL SALIB

memikul salib
Meskipun sulit dan pahit, kita harus bersedia memikul salib tiap-tiap hari dan mengikuti Kristus. Kita jalani kehidupan sebagai seorang Kristiani dengan melihat betapa singkatnya hidup dan betapa tidak berartinya segala sesuatu yang ada di dunia ini, bila dilihat dari kacamata kekekalan..
Kita ingat bahwa suatu saat, ketika hari penghakiman tiba, kita akan menghadap takhta pengadilan Kristus. Maka dengan menyangkal diri, memanggul salib, dan ikut Yesus Kristus adalah yang mewarnai kehidupan kita setiap hari dalam berbagai aspek.

Dalam melayani sesama, kita sering bersikap sama seperti murid-murid. Kita lebih sering menghitung-hitung apa yang kita tidak miliki, padahal Allah bekerja melampaui perhitungan manusia dan berkat-Nya membuat lima roti dan dua ikan lebih dari cukup. Apabila kita akan berikan kepada orang lain tampak tidak berarti, maka serahkanlah ke tangan Tuhan. Ia dapat melakukan hal-hal besar dengan apa yang kita berikan untuk melayani sesama.

Bacaan Filipi 1: 29
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.

Jangan pernah takut dan khawatir, walaupun serangan musuh iman kita tajam bagaikan pisau yang berupaya membedah dan membongkar kehidupan kita. Tuhan tahu membela para hamba-hamba-Nya yang setia melaksanakan tugas panggilan pelayanan. Justru dengan tetap setia mengandalkan Dia, mulut busuk para musuh akan dibungkam oleh kenyataan anak-anak Tuhan yang mempunyai integritas terbukti dan teruji. Ketika harapan pupus, iman kepada Yesus akan menyalakan kembali harapan itu. Iman didasarkan pada pribadi Allah, pada janji dan kuasa-Nya. Dunia ini penuh dengan berbagai destruktif, tetapi kuasa Yesus Kristus jauh melampaui semua. Bila kita telah mengalami kuasa Yesus yang memerdekakan kita dari berbagai ikatan dosa, janganlah tinggal diam. Karena Yesus telah memanggil kita untuk menjadi saksi-Nya dan menceriterakan kepada semua orang apa yang telah Allah lakukan pada kita. Sebab di sekitar kita pasti ada orang lain yang masih membutuhkan uluran kasih-Nya dan masih butuh mengalami karya Kristus.

Kejadian atau momen tertentu seperti pemuliaan Kristus sangat penting bagi kita dalam perjalanan pemuridan kita. Saat langkah terasa berat karena tantangan yang kita hadapi, maka merasakan persekutuan dan kehadiran Sang Ilahi menjadi penguat harapan dan semangat. Sebagai murid, kita juga harus menyadari bahwa taat dan percaya kepada Yesus bukan hanya berarti akan mengalami kuasa-Nya yang sanggup membuat mukjizat., akan tetapi juga berarti sedia taat kepada Tuhan dan siap pula untuk ikut menderita bersama dan demi Dia. Siapkah kita ?

Ya Bapa berikanlah kami kepekaan dan ketabahan dalam menghadapi segala hal , agar kami dapat mempertanggungjawabkan atas karunia yang telah Engkau berikan, sehingga  dapat berguna bagi sesama.


Salam dan Berkah Dalem,
[ dari : berbagai sumber ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar