Senin, 02 Maret 2015

DALAM DIA

dalam dia
Mazmur 119 : 71

“ Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”

Orang yang menyadari akan statusnya sebagai “ ciptaan baru “ di dalam Kristus  akan bertekad menanggalkan manusia lamanya dan terus mengenakan manusia baru, supaya tubuh dosa hilang kuasanya. Namun banyak orang Kristiani yang berusaha menghindari firman yang menyinggung tentang penyangkalan diri, ketaatan, memikul salib. Yang mereka cari dan kejar-kejar adalah khotbah-khotbah yang hanya berbicara kekayaan, kelimpahan, berkat dan mukjizat. Sehingga akibatnya ketika menghadapi masalah, penderitaan dan teguran firman yang keras mereka langsung kecewa, lemah, putus asa dan bahkan berani menyalahkan Tuhan.

Sebagai pengikut Kristus kita tidak dapat menghindarkan diri dari penderitaan, sebab selain kita dikaruniai percaya, juga dikaruniai menderita bagi Kristus. Penderitaan ini adalah salah satu cara yang Tuhan pakai untuk menegur dan menyadarkan kita agar berhenti berbuat dosa. Setiap penderitaan akan menghasilkan ketaatan dan menarik seseorang mendekat pada Tuhan. Menyangkal diri berarti pada saat dihadapkan pada dosa, dengan kesadaran penuh  memutuskan tidak berbuat dosa dan lebih memilih melakukan kehendak Tuhan. Berani mengatakan tidak terhadap kenyamanan dan keinginan daging yang seringkali menjadi penghalang untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Saat ini kasih Tuhan  dicurahkan ke dalam hati kita melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Dan karena pertolongan-Nya kita beroleh kekuatan untuk mengasihi  dan memiliki kesabaran terhadap orang lain. Jika Roh Kudus ada di dalam kita, kita pasti dapat bersabar menghadapi sesuatu karena kesabaran adalah salah satu dari buah Roh.

Pernahkah kita merenungkan mengapa Tuhan berkenan atau bahkan rindu untuk terus memberkati kita, melimpahi kita dengan berbagai karunia, berjalan bersama kita, melindungi dan memberi rahmat setiap pagi ? Tuhan itu baik. Tuhan selalu rindu melakukan perkara-perkara yang baik bagi hidup kita. Dengan menyadari kebaikan Tuhan seharusnya kita tetap dipenuhi sukacita dalam segala musim.

Adalah mudah bagi kita untuk mengeluh. Mudah bagi kita untuk memandang dan menimbang masalah, tetapi seringkali sulit bagi kita untuk menyadari segala kebaikan Tuhan yang telah berikan dalam hidup ini. Apakah saat ini kita sedang berbeban berat atau sedang dalam kondisi baik-baik saja, jangan pernah lupa akan kebaikan Tuhan dan untuk tetap selalu bersyukur dan bersukacita. Karena hati yang bersukacita akan membawa kebaikan Allah untuk turun atas kita. Percayakan segalanya pada Tuhan, dan bersukacitalah, maka Tuhan akan melepaskan kita.

Salam dan Berkah Dalem,
[ Dari : Kumpulan Renungan Harian, 2015 ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar